Novel ♥ ALONE Chapter 1

Sendiri adalah bagian dari kehidupan yang terkadang adalah pilihan ketika bersama tak mampu membahagiakan. Sendiri itu indah, bagi mereka yang merindukan kedamaian. Sendiri itu indah bagi mereka yang menginginkan ketenangan, dan aku...? adalah salah satu diantaranya!

Namaku Ishyikanara, entah apa arti dari nama itu, aku pun tak tahu sampai saat ini. Dan aku terbiasa dengan nama panggilan Shyika. Ya... panggil saja aku dengan nama itu! Tidak ada yang istimewa dari hidupku. Hhmmm.. bukan tidak ada mungkin memang belum ada 😁 Satu-satunya yang ku miliki adalah sikap optimis (tapi terkadang runtuh juga ketika *lagi-lagi* hidupku diambang kehancuran).

Novel ♥ ALONE Chapter 1
ALONE ♥
Terkadang takdir membawa masa lalu untuk sekedar menyapa dan mengingatkan bahwa kita pernah bahagia ~Ishyiekanara

Senin, Pukul 03.00 am
Bunyi HP membangunkanku, ternyata ada whatsapp masuk dari nomor baru. Dengan mata yang enggan terbuka tanganku meraih Handphone yang sebelumnya aku letakkan didekat bantal. Sudah terlanjur bangun, meskipun masih sangat mengantuk ya sudah mari kita lihat saja siapa yang nge-chat pagi buta begini, mungkin saja itu penting pikirku.

Seketika mataku terbelalak, kantukku tiba-tiba hilang dan aku terdiam melihat foto yang dikirim tanpa satu kata pun. Harusnya aku menangis, harusnya aku marah, tapi entah kenapa aku hanya bisa terdiam seolah-seolah ini bukanlah hal yang pertama aku alami. Dan seakan-akan ini sudah pernah terlintas dalam pikiranku.

"Ternyata sama aja, gak ada bedanya dengan yang sudah-sudah. Bodohnya aku, lagi-lagi tertipu!" gumamku dengan penuh kekecewaan melihat foto pacarku Andi yang sedang bermesraan dengan wanita lain, dan parahnya foto itu berlatarkan kamar hotel dan sudah pasti sedang diatas ranjang.

***
Andi adalah pacarku, aku mengenalnya ketika liburan ke Belitung 2 tahun yang lalu. Secara tidak sengaja kami bertemu di Pantai Tanjung Kelayang, waktu itu kami sama-sama sedang berburu sunset. Entah kenapa pada saat itu aku bisa tertarik padanya, mungkin karena dia begitu pandai melucu dan tak berhenti membuatku dan teman-temanku tertawa. 

Novel ♥ ALONE Chapter 1
Wallpaper-House.com
Sejak pertemuan dipantai itu, kami juga menjadi lebih akrab dan sering bertemu setelah kembali ke Jakarta. Sama dengan kisah cinta yang lain, akhirnya kami berdua sepakat untuk memulai hubungan berpacaran. Hampir 2 tahun hubungan ini berjalan, dan akhirnya saat ini aku putuskan untuk mengakhirinya. Setelah 3 bulan terakhir ini hubungan kami lebih sering bertengkar daripada bermesraan. Ini bukan yang pertama, tetapi ini hal terkonyol yang aku terima dari perselingkuhannya.

Ku putuskan melanjutkan tidurku setelah beberapa saat aku terdiam dan sedikit bergumam. 
***

"Pagi..........?!"
Aku menyapa teman-temanku di kantor, iya hari ini adalah hari senin dan aku butuh tenaga untuk menyelesaikan pekerjaanku. Abaikan sejenak foto tak senonoh itu, nanti saja ku pikirkan. Aku mencoba tenang dan fokus terhadap pekerjaanku.

Sembari menyelesaikan pekerjaanku, sayup-sayup ku dengar akan ada karyawan baru yang akan mulai bekerja hari ini menggantikan Bobby yang tidak lain adalah salah satu anggota Team-ku yang memilih resign karena mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih bagus. Aku bekerja sebagai Team Creative di salah satu Perusahaan Swasta yang bergerak di bidang Design Interior, ini adalah bidangku dan aku sangat menikmati pekerjaanku.

............
"Dan ini adalah Shyika, salah satu Team Creative dan juga salah satu anggota Team-mu nantinya.."

"Shyika, ini Dave yang akan menggantikan Bobby.."
 Bu Nani memperkenalkan karyawan baru itu kepadaku.

Aku kaget bukan karena dia tampan (memang saat ini dia terlihat tampan), tapi karena dia adalah ..................... MANTAN PACARKU yang sudah lost contact selama bertahun-tahun, mungkin sudah 5 tahun, entahlah aku lupa!

"Haii.. aku Dave!" Sapanya sambil menyodorkan tangannya hendak bersalaman denganku. Sepertinya dia pura-pura tidak mengenalku, baiklah aku juga bisa berlaku sama! Gumamku angkuh dalam hati.

"Shyika..!!" Jawabku dengan senyum seadanya sambil menyalam tangannya.
............

Aku kembali ke pekerjaanku, tapi pikiranku teralihkan oleh kehadiran Dave. Tak bisa ku pungkiri, dia adalah mantan terbaik yang pernah ku miliki, meskipun pada akhirnya kami berpisah karena keluarganya tidak begitu menyukaiku. Ya.. itu bukan satu-satunya alasan, tetapi juga alasan terbesar kenapa kami memilih untuk putus pada saat itu.

"Kenapa harus Dave? Dari sekian banyak pelamar, kenapa harus Dave yang terpilih? Dan kenapa harus masuk Team-ku?" Aku tak habis pikir.

"Dan kenapa dia muncul di hari aku sedang patah hati?! Sial...!!" 

Lebih parahnya lagi dia akhirnya duduk di sebelahku, ya memang itu adalah meja kerjanya Bobby yang sedari dulu sudah ada disebelah mejaku. Kenapa saat ini aku malah menyalahkan meja? Sadarlah Shyika, dia bahkan pura-pura tidak mengenalmu. Lalu kenapa kamu harus pusing sendiri memikirkannya?

Aku kembali fokus dengan setumpuk laporan yang sudah mendekati deadline. Dave dibimbing oleh Dina yang memang lebih cocok untuk mengajarinya, karena Bobby dan Dina memiliki Job Desk yang sama. Tapi sepertinya Dina si cewek cantik nan agresif itu tertarik dengan Dave yang memang tampan. Aku bisa melihatnya, bagaimana semangat 45 nya Dina mengajari Dave untuk pekerjaannya. Dan aku juga bisa melihat bagaimana Dave menikmati cara Dina mengajarinya. Aku cemburu? Tidak mungkin!

Pukul, 17.35 pm
"Huuaaaahhh.. finally..!!" Lega akhirnya laporanku bisa selesai dan aku bisa pulang lebih cepat.

Kamu udah pulang?
Aku tunggu diparkiran ya.
Kita makan dulu.
Miss you ♥

Ternyata ada whatsapp dari Andi, seperti biasa kita selalu pulang kerja bersama karena kantor dia tidak begitu jauh dari kantorku. Mungkin dia belum tahu tentang foto-foto itu, dan bisa dipastikan kali ini dia akan menyangkal seperti sebelumnya. Hahhh.. aku lelah! Baiknya memang harus diselesaikan hari ini. 

Memasuki parkiran, aku melihatnya sudah menungguku didepan mobil Pajero Sport merahnya. Aku berjalan menghampiri dengan menahan emosi. Dia menyambutku dengan senyum manisnya, tapi aku mengabaikan dan langsung masuk ke mobil.

"Kenapa..?" tanyanya, sepertinya dia sadar bahwa aku mengabaikan senyumannya.

Aku menghela nafas, "Kita putus aja!"

"Kamu bilang apa tadi? Putus..?!" jawabnya memperjelas ucapanku.

"Iyah, kita PUTUS!! Masih kurang jelas?" aku mulai menegaskan suaraku sambil mengirimkan foto-foto tak senonoh itu ke whatsapp-nya.

"Kenapa? Aku salah apa? Kamu udah bosan sama aku? Kamu punya laki-laki lain?!" dan dia pun mulai marah seakan-akan lupa kalau saat ini dialah yang punya wanita lain.

"Iyah, aku bosan dipermainkan dan aku capek diselingkuhi!! Ini yang terakhir!! Cek Hp kamu, aku gak butuh penjelasan, ini sudah cukup untuk jadi alasan kita PUTUS.." aku mencoba tegar untuk tidak menangis didepan Andi, laki-laki jahat yang tidak pernah merasa bersalah.

Dia kaget melihat foto-foto itu, "Kamu dapat dari mana foto-foto ini?"

"Itu gak penting,  yang jelas kamu SELINGKUH!! Aku capek Ndi, kita PUTUS ajja! Please, lepasin aku. Aku capek sama kamu!!" akhirnya aku gak bisa menahan air mataku, dan aku pun keluar dari mobil.

Andi mengejarku, dan berhasil meraih lenganku, "Dengerin penjelasan aku dulu Shyika, ini tuh foto lama. Dan ini cuma kerjaan orang iseng yang mau ngerusak hubungan kita. Please.. kasih aku kesempatan lagi, aku janji gak akan ngulanginnya lagi. Aku sayang sama kamu Shyika..!"

Dia mencoba merayuku tapi aku tetap ingin putus, "Lepas Ndi, aku capek sama kamu. Kita sampai disini aja. Kamu sama perempuan itu aja. Aku gak apa-apa."

Dia masih berusaha untuk menahanku dan aku pun masih bersikeras untuk putus, hingga akhirnya dia semakin marah dan mengungkit masa laluku.

"Dasar perempuan murahan! Gampang banget kamu bilang putus! Harusnya kamu bersyukur aku masih mau menerima kamu, laki-laki mana yang mau menerima perempuan kotor kayak kamu? Hah?!"

Tanpa sadar aku langsung menamparnya. Andi semakin emosi dan hendak membalas tamparanku, aku berteriak mencoba menghindari tangannya yang nyaris mendarat di pipiku. Dan ternyata ........................ ada sosok lahi-laki yang menahan tangannya Andi, dia adalah Dave.

Sadar menjadi tontonan beberapa orang diparkiran, Andi pun memilih pergi dengan luapan emosi yang belum terlampiaskan karena kedatangan Dave. Dan aku cuma bisa menangis dipelukan Dave. Ya, tanpa sadar aku memeluk Dave.

***
Dave membawaku kedalam mobilnya, mencoba menenangkanku yang masih shock karena Andi. Dia menunggu tanpa bertanya apapun sampai aku merasa lebih tenang.

"Makasih Dave, sorry kalau kamu harus liat adegan tadi. Aku malu!" aku pun memulai pembicaraan sambil menyeka sisa air mataku.

"Hhhmmm.. Gak apa-apa. Aku antar pulang ya!" dia menjawab seadanya sambil mengemudikan mobil keluar dari parkiran.

"Kamu gak bertanya soal kejadian tadi?" aku malah jadi penasaran kenapa dia tidak bertanya apapun tentang Andi.

Dia cuma membalas dengan senyuman. Ya sudahlah, mungkin dia tidak mau tahu. Kenapa juga harus tahu? Dia kan bukan siapa-siapa aku? Trus kenapa aku malah kesal ya?
***

Aku lelah bertengkar dengan Andi, aku ingin membersihkan diri terlebih dahulu lalu segera tidur dan melupakan semuanya. Ya.. ini bukan pertama kalinya aku patah hati. Harusnya aku bisa lebih kuat menghadapinya kali ini. "Fighting Shyika!!" aku mencoba menyemangati diriku sendiri.

Selesai mandi, aku rebahan dan memeriksa HP apakah si brengsek itu masih berani menghubungiku. Ah, sebaiknya aku blockir saja nomornya. 

Tiba-tiba aku teringat Dave, sejujurnya aku merasa malu berhadapan dengan Dave. Apa yang dia pikirkan tentang aku? Bagaimana caranya besok aku menghadapi dia di Kantor? Ah.. semua ini membuatku semakin pusing! Aku kesal, marah sekaligus malu! Setelah sekian tahun akhirnya bertemu dengan Dave, dia malah menonton kebodohanku. Dan malangnya aku, dia malah jadi pahlawanku tadi. Ahhhhhh..!!

Aku dikagetkan dengan bunyi whatsapp, ada chat dari nomor baru. Siapa?

Tidur gih!
Besok kamu harus masuk kerja.
Awas kalau gak!

Dave..

Huaaaahhh??!! Dave??!! %$#*&@)&^#


To be continued . . .


Original created by CEKABE.com

Comments
0 Comments

No comments:

Powered by Blogger.